Senin, 12 Maret 2012

S A T U - T A H U N

ALhamdulillah, tepat hari ini, 12 Maret 2012, tepat 1 tahun, pernikahan saya dengan suami. Tanpa terasa, satu tahun sudah kami lewati bersama. Suka duka, telah kami lalui bersama.Selain itu, Kebahagiaan kami, di tahun ini, terasa lengkap, setelah kelahiran putra pertama kami pada Februari yang lalu. Di tahun pertama kami menikah, kami, alhamdulillah, sudah diamanahkan oleh Allah seorang putra yang sehat. Amanah ini, menjadi tanggung jawab besar bagi kami, yang diharapkan, perlahan-lahan akan mengikis kebiasaan buruk kami di masa lalu menjadi serangkaian kebiasaan baik yang dapat ditiru anak kami (amin). Karena, kami sebagai orang tua, tentunya akan menjadi teladan bagi anak kami.

Di ulang tahun pertama pernikahan kami, Liga, telah berusia 1bulan 12 hari. Ia tumbuh kian menggemaskan. dan Menjadi penyemangat kami yang tiada henti. Manusia, pada dasarnya, diciptakan oleh Allah, berpasang-pasangan, lantas berketurunan, untuk mengisi dunia ini dengan kebermanfaatan. Amin. Sehingga, sebisa mungkin, kita dapat menjadi pribadi yang semakin baik dari hari ke hari.

Satu tahun yang lalu, tepat di tanggal ini, kami mengucap janji hidup bersama di depan pak penghulu, disaksikan para malaikat yang menyaksikan ijab kabul kami. Tepat di tanggal ini, satu tahun yang lalu, kami bersalaman dengan para tamu undangan yang hadir di resepsi pernikahan kami. Tepat satu tahun yang lalu, saya, ambil cuti pernikahan selama satu minggu.

Dan tepat di tanggal yang sama pada tahun 2012. Saya dan suami telah menjadi ibu dan ayah bagi Liga Haddaf Saga Putra. Tepat di tanggal ini, saya masih mengambil cuti melahirkan. Tepat di tanggal ini, saya masih menjalankan kewajiban untuk menyusui liga dengan sangat bahagia. Dan tepat di tanggal ini, saya merasa kian lengkap nikmat Allah ini..







Tidak semua yang enak itu baik
dan
Tidak semua yang tidak enak itu buruk
Sehingga, menikmati setiap proses baik itu enak atau tidak, menjadikan semuanya terasa baik bagi kehidupan.

Rabu, 07 Maret 2012

Apakah Anakku Harus Rangking 1?

Apakah Anakku Harus Ranking 1?



Si Ranking 23 : “Aku ingin menjadi orang yang bertepuk tangan di tepi jalan”



Di kelasnya terdapat 50 orang murid, setiap kali ujian, anak perempuanku tetap mendapat ranking ke-23. Lambat laun membuat dia mendapatkan nama panggilan dengan nomor ini, dia juga menjadi murid kualitas menengah yang sesungguhnya. Sebagai orangtua, kami merasa nama panggilan ini kurang enak didengar,namun ternyata anak kami menerimanya dengan senang hati.



Suamiku mengeluhkan ke padaku, setiap kali ada kegiatan di perusahaannya atau pertemuan alumni sekolahnya, setiap orang selalu memuji-muji “Superman cilik” di rumah masing-masing, sedangkan dia hanya bisa menjadi pendengar saja. Anak keluarga orang, bukan saja memiliki nilai sekolah yang menonjol, juga memiliki banyak keahlian khusus. Sedangkan anak kami rangking nomor 23 dan tidak memiliki sesuatu pun untuk ditonjolkan. Dari itu, setiap kali suamiku menonton penampilan anak-anak berbakat luar biasa dalam acara televisi, timbul keirian dalam hatinya sampai matanya begitu bersinar-sinar.



Kemudian ketika dia membaca sebuah berita tentang seorang anak berusia 9 tahun yang masuk perguruan tinggi, dia bertanya dengan hati kepada anak kami: “Anakku, kenapa kamu tidak terlahir sebagai anak dengan kepandaian luar biasa?” Anak kami menjawab: “Itu karena ayah juga bukan seorang ayah dengan kepandaian yang luar biasa”. Suamiku menjadi tidak bisa berkata apa-apa lagi, saya tanpa tertahankan tertawa sendiri.



Pada pertengahan musim, semua sanak keluarga berkumpul bersama untuk merayakannya, sehingga memenuhi satu ruangan besar di sebuah restoran. Topik pembicaraan semua orang perlahan-lahan mulai beralih kepada anak masing-masing. Dalam kemeriahan suasana, anak-anak ditanyakan apakah cita-cita mereka di masa mendatang? Ada yang menjawab akan menjadi pemain piano, bintang film atau politikus, tiada seorang pun yang terlihat takut mengutarakannya di depan orang banyak, bahkan anak perempuan berusia 4½ tahun juga menyatakan bahwa kelak akan menjadi seorang pembawa acara di televisi, semua orang bertepuk tangan mendengarnya.



Anak perempuan kami yang berusia 15 tahun terlihat sangat sibuk sekali sedang membantu anak-anak kecil lainnya makan. Semua orang mendadak teringat kalau hanya dia yang belum mengutarakan cita-citanya kelak. Di bawah desakan orang banyak, akhirnya dia menjawab dengan sungguh-sungguh: Kelak ketika aku dewasa, cita-cita pertamaku adalah menjadi seorang guru TK, memandu anak-anak menyanyi, menari lalu bermain-main. Demi menunjukkan kesopanan, semua orang tetap memberikan pujian, kemudian menanyakan akan cita-cita keduanya. Dia menjawab dengan besar hati: “Saya ingin menjadi seorang ibu, mengenakan kain celemek bergambar Doraemon dan memasak di dapur, kemudian membacakan cerita untuk anak-anakku dan membawa mereka ke teras rumah untuk melihat bintang”. Semua sanak keluarga tertegun dibuatnya, saling pandang tanpa tahu akan berkata apa lagi. Raut muka suamiku menjadi canggung sekali.



Sepulangnya kami kembali ke rumah, suamiku mengeluhkan ke padaku, apakah aku akan membiarkan anak perempuan kami kelak menjadi guru TK?



Apakah kami tetap akan membiarkannya menjadi murid kualitas menengah?



Sebetulnya, kami juga telah berusaha banyak. Demi meningkatkan nilai sekolahnya, kami pernah mencarikan guru les pribadi dan mendaftarkannya di tempat bimbingan belajar, juga membelikan berbagai materi belajar untuknya.

Anak kami juga sangat penurut, dia tidak lagi membaca komik lagi, tidak ikut kelas origami lagi, tidur bermalas-malasan di akhir minggu tidak dilakukan lagi.

Bagai seekor burung kecil yang kelelahan, dia ikut les belajar sambung menyambung, buku pelajaran dan buku latihan dikerjakan terus tanpa henti. Namun biar bagaimana pun dia tetap seorang anak-anak, tubuhnya tidak bisa bertahan lagi dan terserang flu berat. Biar sedang diinfus dan terbaring di ranjang, dia tetap bersikeras mengerjakan tugas pelajaran, akhirnya dia terserang radang paru-paru. Setelah sembuh, wajahnya terlihat semakin kurus. Akan tetapi ternyata hasil ujian semesternya membuat kami tidak tahu mau tertawa atau menangis, tetap saja rangking 23. Kemudian, kami juga mencoba untuk memberikan penambah gizi dan rangsangan hadiah, setelah berulang-ulang menjalaninya, ternyata wajah anak perempuanku kondisinya semakin pucat saja.



Apalagi, setiap kali akan menghadapi ujian, dia mulai tidak bisa makan dan tidak bisa tidur, terus mencucurkan keringat dingin, terakhir hasil ujiannya malah menjadi nomor 33 yang mengejutkan kami. Aku dan suamiku secara diam-diam melepaskan aksi tekanan, dan membantunya tumbuh normal.



Dia kembali pada jam belajar dan istirahatnya yang normal, kami mengembalikan haknya untuk membaca komik, mengijinkannya untuk berlangganan majalah “Humor anak-anak” dan sejenisnya, sehingga rumah kami menjadi tenteram damai kembali. Kami memang sangat sayang pada anak kami ini, namun kami sungguh tidak memahami akan nilai sekolahnya.



Pada akhir minggu, teman-teman sekerja pergi rekreasi bersama. Semua orang mempersiapkan lauk terbaik dari masing-masing, dengan membawa serta suami dan anak untuk piknik. Sepanjang perjalanan penuh dengan tawa dan guyonan, ada anak yang bernyanyi, ada juga yang memperagakan karya seni pendek.



Anak kami tiada keahlian khusus, hanya terus bertepuk tangan dengan sangat gembira.



Dia sering kali lari ke belakang untuk mengawasi bahan makanan. Merapikan kembali kotak makanan yang terlihat sedikit miring, mengetatkan tutup botol yang longgar atau mengelap wadah sayuran yang bocor ke luar. Dia sibuk sekali bagaikan seorang pengurus rumah tangga cilik.



Ketika makan terjadi satu kejadian di luar dugaan. Ada dua orang anak lelaki, satunya adalah bakat matematika, satunya lagi adalah ahli bahasa Inggris. Kedua anak ini secara bersamaan berebut sebuah kue beras yang di atas piring, tiada seorang pun yang mau melepaskannya, juga tidak mau saling membaginya. Walau banyak makanan enak terus dihidangkan, mereka sama sekali tidak mau peduli. Orang dewasa terus membujuk mereka, namun tidak ada hasilnya. Terakhir anak kami yang menyelesaikan masalah sulit ini dengan cara yang sederhana yaitu lempar koin untuk menentukan siapa yang menang.



Ketika pulang, jalanan macet dan anak-anak mulai terlihat gelisah. Anakku membuat guyonan dan terus membuat orang-orang semobil tertawa tanpa henti. Tangannya juga tidak pernah berhenti, dia mengguntingkan banyak bentuk binatang kecil dari kotak bekas tempat makanan, membuat anak-anak ini terus memberi pujian. Sampai ketika turun dari mobil bus, setiap orang mendapatkan guntingan kertas hewan shio-nya masing-masing.



Ketika mendengar anak-anak terus berterima kasih, tanpa tertahankan pada wajah suamiku timbul senyum bangga.



Selepas ujian semester, aku menerima telpon dari wali kelas anakku.



Pertama-tama mendapatkan kabar kalau nilai sekolah anakku tetap kualitas menengah. Namun dia mengatakan ada satu hal aneh yang hendak diberitahukannya, hal yang pertama kali ditemukannya selama lebih dari 30 tahun mengajar.

Dalam ujian bahasa ada sebuah soal tambahan, yaitu siapa teman sekelas yang paling kamu kagumi dan alasannya.



Selain anakku, semua teman sekelasnya menuliskan nama anakku.



Alasannya pun sangat beragam : antusias membantu orang, sangat memegang janji, tidak mudah marah, enak berteman, dan lain-lain, paling banyak ditulis adalah optimis dan humoris.



Wali kelasnya mengatakan banyak usul agar dia dijadikan ketua kelas saja.



Dia memberi pujian: “Anak anda ini, walau nilai sekolahnya biasa-biasa saja, namun kalau bertingkah laku terhadap orang, benar-benar nomor satu”.



Saya bercanda pada anakku, kamu sudah mau jadi pahlawan. Anakku yang sedang merajut selendang leher terlebih menundukkan kepalanya dan berpikir sebentar, dia lalu menjawab dengan sungguh-sungguh: “Guru pernah mengatakan sebuah pepatah, ketika pahlawan lewat, harus ada orang yang bertepuk tangan di tepi jalan.”



Dia pun pelan-pelan melanjutkan: “Ibu, aku tidak mau jadi Pahlawan aku mau jadi orang yang bertepuk tangan di tepi jalan.” Aku terkejut mendengarnya dan mengamatinya dengan seksama.



Dia tetap diam sambil merajut benang wolnya, benang warna merah muda dipilinnya bolak balik di jarum, sepertinya waktu yang berjalan di tangannya mengeluarkan kuncup bunga.



Dalam hatiku pun terasa hangat seketika.



Pada ketika itu, hatiku tergugah oleh anak perempuan yang tidak ingin menjadi pahlawan ini. Di dunia ini ada berapa banyak orang yang bercita-cita ingin menjadi seorang pahlawan, namun akhirnya menjadi seorang biasa di dunia fana ini.

Jika berada dalam kondisi sehat, jika hidup dengan bahagia, jika tidak ada rasa bersalah dalam hati, mengapa anak-anak kita tidak boleh menjadi seorang biasa yang baik hati dan jujur.



Jika anakku besar nanti, dia pasti menjadi seorang isteri yang berbudi luhur, seorang ibu yang lemah lembut, bahkan menjadi seorang teman kerja yang gemar membantu, tetangga yang ramah dan baik.



Apalagi dia mendapatkan ranking 23 dari 50 orang murid di kelasnya, kenapa kami masih tidak merasa senang dan tidak merasa puas?



Masih ingin dirinya lebih hebat dari orang lain dan lebih menonjol lagi?



Lalu bagaimana dengan sisa 27 orang anak-anak di belakang anakku? Jika kami adalah orangtua mereka, bagaimana perasaan kami?



Anakmu bukan milikmu.

Mereka putra putri sang Hidup yang rindu pada diri sendiri, Lewat engkau mereka lahir, namun tidak dari engkau, Mereka ada padamu, tapi bukan hakmu.

Berikan mereka kasih sayangmu, tapi jangan sodorkan bentuk pikiranmu, Sebab mereka ada alam pikiran tersendiri.

Patut kau berikan rumah untuk raganya,

Tapi tidak untuk jiwanya,

Sebab jiwa mereka adalah penghuni rumah masa depan, yang tiada dapat kau kunjungi meski dalam mimpi.

Kau boleh berusaha menyerupai mereka,

Namun jangan membuat mereka menyerupaimu Sebab kehidupan tidak pernah berjalan mundur, Pun tidak tenggelam di masa lampau.

Kaulah busur, dan anak-anakmulah

Anak panah yang meluncur.

Sang Pemanah Maha Tahu sasaran bidikan keabadian.

Dia merentangmu dengan kekuasaan-Nya,

Hingga anak panah itu melesat, jauh serta cepat.

Meliuklah dengan suka cita dalam rentangan tangan Sang Pemanah, Sebab Dia mengasihi anak-anak panah yang melesat laksana kilat Sebagaimana pula dikasihiNya busur yang mantap.

- Khalil Gibran

(copy from milis)

Rabu, 29 Februari 2012

Satu Bulan Penuh Arti

Hari ini, tanpa terasa, sudah masuk tanggal 1 Maret 2012. Hal tersebut, berarti, Liga, putra pertama kami, genap berusia 1 bulan. Subhanallah nak,,sekarang kamu sudah berusia 1 bulan. Alhamdulillah, Liga tumbuh sehat dan berat badannya bertambah dengan sangat baik. Terakhir ditimbang, berat badan Liga sudah naik 1 kg. Dan sekarang belum ditimbang lagi. InsyaAllah perkembangannya baik.. Amin.

Menjadi "new mom" memang memberi pengalaman yang sangat berharga bagi ku. Seperti kata temanku,, "Wah..sempurna sudah menjadi seorang wanita ya Lit", Selamat yaa..". Hal ini, ditandai dengan, sudah menikah, hamil, melahirkan, menyusui serta mengurus anak. Sehingga, hal ini juga yang menguatkanku, ketika terasa ngantuk yang teramat sangat, saat Liga bangun tengah malam entah minta mimik atau BAK atau BAB, aku menguatkan dengan berfikir, pengalaman seperti ini, tidak semua wanita merasakannya. Tapi, sekaligus, sebagian besar wanita merasakannya, jadi aku pasti kuat dan bisa menjalaninya dengan hati bahagia dan ikhlas.. terlebih, melihat wajah liga yang sungguh sangat membuatku takjub tak terhingga atas ciptaan Allah ini. Melihat bibirnya yang mungil dan merah, matanya yang kedip2 mau bobo, pipinya yang tembem, serta tangannya yang masih kecil dan sangat halus.. Subhanallah... rasanya bahagia sekali.. hilang ngantuk dan capek ini.

Hari ini, genap sudah 1 bulan, usia Liga Haddaf Saga Putra, putra pertama kami. Semoga perjalanan ibadah mengurus dan menjaga amanah Allah ini, senantiasa diberi kekuatan dan keberkahan dari Allah.. Amin.

Cium sayang dari ibu juga ayah untuk Liga.. :-)

Rabu, 22 Februari 2012

RESENSI BUKU

Dua buku dibawah ini, menjadi pilihan bacaan saya, yang pada dasarnya memiliki "genre" yang sama, yaitu mengenai "keuangan". Dua buku tersebut, saya dapatkan di Perpustakaan BKKBN Pusat, yang saat ini, telah expand, dengan menyediakan buku-buku berkualitas dan ter"update", sehingga, tak mau ketinggalan saya untuk meminjamnya terlebih dahulu.

Buku Pertama, yang sebenarnya sudah agak lama terbit, tapi baru saat ini saya selesai membacanya.
Judul : 7 Keajaiban Rezeki
Penulis : Ippho Santosa


Buku ini, menceritakan mengenai langkah-langkah, tentang bagaimana kita dapat memperoleh rezeki yang "berlimpah" dengan 7 cara menurut penulis. Menurut saya, penuturan penulis dalam buku ini cukup mudah untuk dimengerti, hanya saja, menurut saya, agak ber"kembang" sehingga ada bagian yang menurut saya kurang perlu, tapi tetap dituliskan. Namun, kembali, ini menjadi cara seseorang dalam menulis dan terbukti, buku ini best seller dikarenakan banyak makna mendalam dalam buku ini.

Entah, akhir2 ini banyak "genre" buku seperti ini, intinya, mengenai hebatnya sedekah. Terakhir, ada buku best seller juga, yang sempat heboh di televisi yaitu Notes from Qatar 2, yang setelah penulisnya diwawancara, isi buku tersebut, juga mengenai hebatnya sedekah. Selain, Ustad Yusuf Mansur, yang telah lebih awal, menerbitkan buku2 semacam itu. Well, intinya, bersedekahlah, maka rezekimu akan bertambah.

Dari buku 7 keajaiban rezeki, saya mendapat banyak hikmah. Diantaranya mengenai 7 cara yang menurut penulis dapat membuka pintu rezeki secara "luar biasa" :
1. Sidik Jari kemenangan : berisi mengenai impian-impian yang kita inginkan, dituliskan dalam satu halaman khusus di buku ini. Tujuannya untuk memperjelas, impian atau cita-cita kemenangan kita.
2. Sepasang Bidadari : Jika ingin rezeki mu lancar, yang pertama-tama adalah bahagiakan kedua orang tuamu dan juga istri/suamimu (sebagai pasangan hidup). Well,,bagian ini menjadi halaman favorit saya.
3. Golongan Kanan : Fakta mengenai unggulnya orang-orang yang mempergunakan otak kanan.
4. Simpul Perdagangan : bagaimana perdagangan menjadi salah satu simpul rezeki yang paling utama.
5. Perisai Langit : Sedekah dan ibadah-ibadah lainnya menjadi penentu keberkahan dan kelancaran rezekimu.
6. Pembeda Abadi : Jadilah, pribadi yang unik, yang berbeda secara positif. sehingga orang lain dapat mengenali diri kita sebagai seseorang yang memiliki kemampuan lebih disalah satu bidang. Dengan cara meng"akselerasi" kelebihan yang kita miliki, dan hiraukan kelemahan yang kita punyai.
7. Pelangi Ikhtiar : Ikhtiar atau action, menjadi penentu keberhasilan kita. Tanpa tindakan, semua motivasi tidak akan membuahkan hasil.

Semoga kita dapat memetik manfaat dari buku ini.. Amin

Buku kedua, menceritakan mengenai hal yang judulnya cukup kontroversial. Menyebabkan saya juga suami, cukup penasaran dengan isi buku ini. Namun, menurut saya, buku ini kurang menjawab penasaran saya. Tapi, sedikit banyak buku ini memberikan sudut pandang yang memperkaya cara pandang saya.
Judul : 6 Bulan Bisa Beli Properti Kontan! tanpa uang tanpa KPR nggak perlu nunggu harga miring
Penulis : Cipto Junaedy


Di awal buku ini, penuturan penulis, membuat saya tidak bosan untuk membacanya. Namun, ternyata, ditengah2 buku, banyak pengulangan. sehingga membuat saya, tak jarang mempercepat membaca, dengan melewatkan halaman-halaman yang sekilas, hanya mengulang cerita di awal bab.

Diakhir buku, saya baru menemukan, itupun sedikit dari rasa penasaran saya. Karena kalau ingin lengkap, menurut penulis, saya harus mengikuti seminarnya. well...strategi yang bagus.

Intinya, membeli properti tanpa uang, menurut penulis, ada serangkaian strategi yang harus dilakukan. Tapi, jangan harap anda menemukan strategi tersebut secara gamblang dibuku ini, karena anda tidak akan menemukannya. Anda hanya akan menemukan cara umum yang penulis paparkan diantaranya:
1. Anda harus rajin-rajin baca iklan properti di surat kabar
2. Jalan-jalan cari properti
3. Rajin ikut gathering dan konsultasi dengan penulis (Pak Cipto)

Tiga poin diatas, yang saya dapatkan. Dan intinya, untuk lebih jelasnya, anda harus ikut seminarnya. Yang memang sudah banyak yang membuktikannya. Well, paling tidak, saya tidak lagi penasaran akan isi buku ini. Dan saya sudah mendapatkan inti sari dari buku ini, walau kurang mendetail. Tapi, pada dasarnya saya telah mendapatkan ide baru mengenai cara membeli properti tanpa uang. Plus, visi utama beliau yang cukup inspired, yaitu minimal kita memiliki properti sejumlah anak kita.

Oke.. Semangat untuk kita.
Semangat untuk mengisi hidup dengan hal-hal yang bermanfaat dan bernilai pahala. Amin

Minggu, 12 Februari 2012

KONTROVERSI JATAH CUTI MELAHIRKAN

Menikmati jatah cuti melahirkan, memang sangat nikmat. Terlebih ditemani dengan buah hati tersayang. Rasanya udah gak pengen ke kantor lagi.. (ckckckck). Namun, kabar buruknya, dikarenakan telat mengirimkan surat cuti, akhirnya saya hanya dapat jatah cuti melahirkan selama 2 bulan saja.

Aneh memang.. Bagaimana pemerintah.. sekali lagi bagaimana pemerintah ini. Kebijakan dengan program yang disosialisasikan seringkali tidak sinkron. Salah satunya adalah kebijakan atau lebih tepatnya sebut saja dengan peraturan cuti melahirkan ini. Malas, saya sebut dengan kebijakan, karena boro-boro bijak, toleransi pun tidak!!. Begini ceritanya, peraturan pemerintah saat ini yaitu, jatah cuti melahirkan adalah satu bulan sebelum HPL dan 2 bulan setelah melahirkan, total 3 bulan. Jadi, bagi mereka yang "kurang" beruntung seperti saya, hanya dapat jatah cuti 2 bulan, karena ternyata due date lahiran saya maju dari HPL... Please deh! mana kita tahu, kapan kita lahiran..

Sehingga, otomatis, saya hanya memperoleh 2 bulan cuti, walaupun setelah nego dengan biro kepegawaian tempat saya bekerja, tapi tetap saja, mereka tidak menggubrisnya. Alasannya, memang sudah seperti itu peraturannya!! (maaf agak meledak-ledak ceritanya). Yah..memang seperti itulah kenyataannya, saya harus menerima dengan lapang dada atas kenyataan pahit ini.

Sebenarnya, saya hanya ingin mengomentari tentang tidak sinkronnya program pemerintah dengan peraturan yang dibuatnya. Salah satu program pemerintah di bidang kesehatan adalah pelaksanaan ASI Ekslusif selama 6 bulan kepada bayi. ASI Ekslusif dengan pengertian tanpa tambahan makanan atau minuman lain. Bahkan kalau bisa diubah, saya ingin menambahkan definisi ASI Ekslusif yaitu memberikan ASI harus langsung dari payudara ibu, tidak boleh dengan sendok atau dot, sekalipun ibu memeras ASI. Cukup ekstrem memang, tapi kalau seperti ini, mau tidak mau semua karyawati berhak dan sekali lagi BERHAK untuk mendapat cuti 6 bulan penuh dengan alasan penerapan ASI ekslusif.

Karena, Indonesia dapat maju, salah satunya adalah mendukung pemberian ASI Eksklusif kepada generasi baru yang terlahir. Katanya, Indonesia membutuhkan generasi baru yang berkualitas, tapi kalau cara penentuan cuti melahirkan saja masih "IRIT" banget, ya... jangan berharap banyak akan perubahan.

Semoga saja, kedepan, akan ada pemimpin yang menaruh perhatian besar akan hal ini, yaitu merevisi kebijakan cuti 3 bulan menjadi cuti 6 bulan, sehingga karyawati yang baru saja melahirkan dapat memberikan ASInya secara full kepada bayi selama 6 bulan.
Amin.. Semoga...

Senin, 06 Februari 2012

Our Baby Liga

Tepatnya, tanggal 31 Januari 2012, disaat hari ulang tahunku yang ke 25 tahun. Siang itu, disaat aku sedang pergi ke pasar dengan ibu mertuaku, aku mengalami "flek", yang orang sebut sebagai pertanda akan terjadinya kelahiran. Jika bisa didengar dengan loudspeaker, saat itu bunyi jantungku mungkin akan keras sekali. Apakah, Liga akan lahir hari ini??? Tepat di hari ulang tahunku? --Just Allah knows-

Saat itu pula, aku mengatakan kepada ibu mertuaku, dan kami segera pulang ke rumah. Siang itu, aku telepon ibuku, dan menanyakan tentang apa yang harus ku lakukan. Dan ibuku mengatakan, "ya sudah ditunggu saja hingga ada rasa mulas, karena flek bisa terjadi hingga 3 hari sampai hari kelahiran."

Hingga sore tiba, setelah tidur siang, mulas tidak kunjung datang. Aku pun, menjalankan rencana ku, yaitu jalan-jalan sore di sekitar rumah (sendirian). Aku jalan sekitar 15 menit, dan kembali ke rumah. Mandi,, dan menenangkan diri.. Sembari mempersiapkan baju-baju untuk persalinan ku dirumah sakit nanti (yang baru kusiapkan hari itu, karena belum sempat- juga karena, menurut dokter HPL ku masih dua minggu lagi).

Tak lama kemudian, setelah adzan magrib, suamiku yang biasanya sampai dirumah sekitar pukul 9 ke atas, malam itu pulang lebih cepat dari biasanya. Semenjak siang, aku memang tidak mengabarinya tentang "flek" itu, khawatir memecah konsentrasinya di kantor. Namun, sesampainya ia dirumah, langsung kuceritakan kepada suamiku. Dan ia pun,mengatakan bahwa kita harus siap2, siapa tahu malam ini. Dan ia bilang, "pantas, seperti ada firasat apa, sehingga ia ingin cepat pulang".

Benar saja,, sekitar pukul delapan malam, disaat kami sedang makan malam, aku mulai merasakan mulas, yang jeda waktunya sekitar 20 menit sekali, rasa mulasnya masih tahap awal (tapi ini sungguh sudah sakit ciin...).
Selanjutnya, ketika saya dan suami ingin beranjak tidur, tepatnya pukul sembilan. Saya mulai merasakan mulas yang tak tertahankan setiap hampir 10 menit sekali. Suamiku sebenarnya sudah sangat letih sekali, maklum, pekerjaannya cukup berat dikantor. Tapi,ia segera bangun dari tempat tidur, dan segera bersiap2 untuk mengantar ku ke rumah sakit. Sungguh...rasa mulas ini semakin berat sayang, ayo kita segera ke rumah sakit.. "pintaku pada suamiku"

Di mobil, aku terus mencengkeram tangan suamiku dengan sangat keras, disaat kontraksi itu mulai datang per 10 menit sekali.. Allahuakbar!! ucapku, seperti inilah rasa mulas itu.. Ya Allah..ampunilah dosa2ku..
Terus setiap 10 menit, aku seperti bersiap2 menanti rasa sakit, hingga kami sampai di Rumah sakit. Dan aku segera di tempatkan di Ruang Bersalin, Lantai dua RS. Hermina Depok. Aku diminta berganti baju, dan segera berbaring di tempat eksekusi melahirkan..Bayanganku sudah tak tentu.. tapi, kucoba tenangkan diri, karena semua sudah kehendak Allah.. dan kita hanya bisa berusaha dengan baik...serta ikhlas dengan rasa sakit yang menggugurkan dosa ini... amin

Rasa mulas yang semakin menjadi, kurasakan sendiri. Alhamdulillah, ibuku, ibu mertuaku, bapakku, juga ayah mertuaku, serta suamiku tersayang.. ada disampingku memberiku kekuatan yang tak terbayarkan. Aku terus berucap asma Allah, Ya Allah, inilah sungguh kuasaMu, bahkan aku sendiri tidak kuasa mengurangi rasa sakitnya sedikitpun.. tidak sedikitpun..

Aku meminta ibuku, duduk disampingku, untuk aku pegang tanggannya, sambil ku remas-remas ketika rasa mulas itu mulai bekerja. "Ibu,, maafin ita....", inilah rasa yang sama dirasakan ibuku ketika melahirkan ku dulu. Ingin rasanya menangis, tapi tidak bisa...

Aku pun meremas tangan suamiku.. yang ketika itu bergantian jaga dengan ibuku.. "Ayah..doakan ibu..". Suamiku pun tetap berada di sampingku,, dengan sabarnya walau tangannya mungkin sakit akibat remasanku.

Hingga, saat yang mendebarkan pun itu tiba,, rasa mulas yang disertai dengan perasaan ingin mengejan (atau maaf ingin BAB yang sangat tidak tertahankan). Juga, disaat itu, bidan mengatakan aku sudah memasuki pembukaan enam. Bidan pun segera menghubungi dokter Nining (dokter kebidananku). Dan rasa mulas itu semakin menjadi, hingga dokter datang,, rasa sakit itu pun tak berkurang sedikit pun.. Aku diminta untuk mengejan dengan benar. Dan alhamdulillah, aku bisa mengejan.. dan tak lama,,,
LIGA.. anakku lahir ke dunia dengan tangisan yang sungguh membuatku haru tak terkira.. YA Allah... Terima kasih.. Sujud syukur hamba padaMu..

Rasa sakit itu seolah terbayarkan di saat aku melihat LIGA di gendong suster untuk dibersihkan..dalam keadaan dokter masih melakukan tindakan padaku seperti mengeluarkan ari-ari dsb.

Allahuakbar.. itu benar anak pertamaku.. yang alhamdulillah sehat.. Terima kasih Ya Allah..

Dan inilah.. foto LIGA HADDAF SAGA PUTRA yang terlahir tepat sehari setelah diriku berulang tahun yaitu tanggal 1 Februari 2012.



(Nb. Foto diambil dari blog kakak Ipar, terima kasih ya Mba..:-))

Dan inilah ekspresi kebahagiaan kami.. Sebagai orang tua baru. Diusia kami, yang sama-sama 25 tahun.. Inilah kado ulang tahun teristimewa bagiku..




(Nb. Thanks to Om Waway, yang datang berkunjung malam-malam dan mendokumentasikan kebahagiaan kami)

Kini, statusku telah bertambah yaitu menjadi seorang ibu,,juga dengan suamiku yang telah menjadi ayah.. Oleh karena itu, kita harus semakin kuat dan solid. Karena amanah ini, dan karena hidup hanya satu kali..

Ya Allah...
Inilah anugrahMu yang sangat luar biasa
Kini, aku telah menjadi seorang ibu untuk Liga
Tuntunlah hamba selalu dalam jalanMu, dalam mendidik anak-anak kami kelak. Amin.

Kamis, 05 Januari 2012

NEW SPIRIT

Apa kabar blogger?
Udah lama rasanya, ndak nulis di blog. Hal ini, entah karena belum ada ide, atau memang kesempatan yang belum ada. Sekarang, ditengah2 istirahat kantor, entah, saya merasa kangen untuk menulis.

Menulis, bagi saya pribadi, adalah satu kebahagiaan yang (entah) tidak bisa saya jabarkan mengapa. Mungkin ini yang disebut sebagai hobi. Hobi menulis memang sudah ada sejak saya SD. Bahkan, kegemaran menulis, lebih dahulu datang, sebelum kegemaran saya untuk membaca. Setelah saya telaah, hal ini mungkin didasari, karena sejak saya kecil dahulu, kedua orang tua saya bekerja di luar. Kakak-kakak saya juga sibuk dengan kegiatan sekolahnya. Sehingga, saya lebih sering menghabiskan waktu sepulang sekolah dirumah sendirian. Oleh karena itu, saya terbiasa mencari cara untuk menghibur diri saya sendiri (sejak kecil), yang salah satu caranya adalah dengan menulis. Menulis apapun itu, tapi lebih kepada menulis "cerita" tentang kejadian sehari2 yang saya alami. Atau lebih tepatnya, saya yang saat itu membutuhkan teman untuk bercerita, akhirnya dapat diisi dengan kegemaran saya berbicara dengan diri sendiri lewat tulisan. Dan menurut penelitian, ibu hamil yang gemar menulis, juga dapat meningkatkan kecerdasan janin loh.... Amin... Semoga..

Nah... Cerita selanjutnya adalah tentang perkembangan kehamilanku.
Alhamdulillah, sekarang usia kehamilanku sudah memasuki minggu ke 34. Trimester tiga, trimester terakhir dalam fase kehamilan. Alhamdulillah, tidak banyak keluhan untuk nafsu makan, hanya saja, di trimester ketiga ini, saya merasa lebih pegal, karena memang menurut referensi, berat janin sudah semakin meningkat sehingga memberikan beban yang cukup berat bagi tubuh ibu. Tapi, ini tidak ada apa2nya.. karena memang semua wanita hamil toh mengalaminya.. :-) Jadi, harus dinikmati, sebagaimana menikmati kebahagiaan tengah mengandung buah hati tersayang..

Saga jr. alhamdulillah, ketika kontrol terakhir kemarin, dikatakan oleh dokter, bahwa letak kepalanya sudah berada di bawah.. Anak ibu yang pintar.. :-) Namun, di trimester ketiga ini, akhirnya saya tidak dapat melakukan USG 4D, yang sebenarnya ingin saya lakukan. Hal ini dikarenakan usia kehamilan saya yang telah 32minggu lebih. Menurut susternya, dedenya sudah besar bu, jadi kalau di USG 4D pun, hasilnya akan tidak begitu maksimal. Sudah..ditunggu saja dedenya lahir, kan sebentar lagi...
Ehmm.. Well.. tidak apa-apa ya sayang...:-).
Lagipula mengatur waktu untuk usg 4D dengan ayah juga agak sulit, jadi yang terpenting, anak ibu harus kuat dan sehat ya... :-) amin.

Sehubungan dengan saat ini, kehamilan ku sudah masuk trimester tiga. Saya sudah mulai membuat surat cuti melahirkan. Jatah cutiku memang hanya 3 bulan,, ehmm.. rasanya kurang ya..hehee. tapi, sebagai pegawai, hak cuti ya memang hanya segitu.

Nah..tadi malam, tepatnya, saya sudah me"list" beberapa kebutuhan yang masih diperlukan. Semoga nanti bisa direalisasikan dengan sempurna..amin.. :-)

Semangat.. dan setiap hari selalu semangat

Sayang saga jr..
kecup sayang dari bunda.. :-)